perbedaan saham dan reksadana saham

Pemula Wajib Tahu! Inilah 6 Perbedaan Saham dan Reksadana Saham

Beberapa orang menganggap jika saham maupun reksadana saham merupakan instrumen yang sama. Padahal walaupun keduanya merupakan permainan pasar saham, namun memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan saham dan reksadana saham bisa terlihat dari cara kerjanya.

Pada saham, investor bisa langsung mengelola dananya sendiri. Sementara pada reksadana saham, dana investor akan dikelola oleh perusahaan manajemen investasi. Agar tidak salah memilih, simak perbedaan dari kedua instrumen investasi tersebut:

1. Biaya Investasi

Dari segi biaya, investasi di reksadana saham lebih mudah dibandingkan di saham langsung. Sebab pada reksadana, maka investor dibebankan biaya Manajer Investasi. Yang mana nilainya tergantung dari produk reksadana yang dibeli serta kebijakan Manajer Investasi.

Setiap sekuritas tentunya memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Untuk pembukaan deposit di saham biasanya membutuhkan sekitar Rp500 ribu – Rp5 juta. Sementara di reksadana, investor bisa memulai investasi mulai dari Rp100 ribu.

2. Keleluasan dalam Memilih Saham

Ketika memilih investasi saham, maka investor bisa membeli saham apapun sesuai keinginan. Sebab dana yang diinvestasikan dikelola langsung oleh investor. Karena dikelola secara mandiri, maka investor harus melakukan analisis serta jual beli saham sendiri.

Sedangkan pada reksadana saham, tanggung jawab atas dana dipegang oleh perusahaan. Oleh sebab itu, investor tidak bisa memilih saham sesuai keinginan. Semua keputusan berada di tangan Manajer Investasi. Yang mana Manajer Investasi merupakan pihak yang menerbitkan sekaligus mengelola reksadana.

3. Tingkat Risiko

Perbedaan saham dan reksadana saham berikutnya terdapat pada tingkat risiko yang ditanggung investor. Pada saham, risiko akan jauh lebih tinggi sebab investor adalah pemegang keputusan secara penuh. Bahkan bisa saja terjadi risiko kebangkrutan jika investor tidak memahami terkait teknik dalam saham.

Sementara pada reksadana saham, tingkat risiko jauh lebih minim. Oleh karena itu, jenis reksadana sangat direkomendasikan untuk pemula yang hendak memulai investasi saham. Dalam reksadana saham, Manajer Investasi yang akan memilih saham, mengelola dana hingga melakukan transaksi saham.

4. Pajak

Selain biaya, investor juga akan dikenakan pajak khususnya pada investasi saham. Pada instrumen ini, investor akan dikenakan pajak 0,1% dari nilai bruto penjualan. Investor juga akan dikenakan pajak penghasilan sebesar 10% setiap mendapatkan keuntungan berupa dividen tunai.

Adapun pada reksadana saham maka investor tidak dikenakan biaya sama sekali. Namun, investor wajib untuk melaporkan keuntungan reksadana dalam laporan SPT tahunan. Walaupun begitu, bukan berarti investor reksadana tidak membayar pajak sama sekali. Melainkan pajak otomatis include dengan produk reksadana.

5. Waktu Pencairan Dana Investasi

Perbedaan saham dan reksadana saham juga bisa dilihat dari lamanya pencairan dana investasi. Pada saham, pencairan akan berlangsung hingga T+2 atau dua hari kerja setelah transaksi jual dilakukan. Karena tidak ada pihak ketiga, maka proses berlangsung lebih cepat. 

Sedangkan pada reksadana saham, pencairan dana berlangsung T+7 atau tujuh hari kerja setelah penjualan.  Sebab proses pencairan dana ini menggunakan agen pengelola sehingga sedikit lebih lama dibandingkan saham.

6. Imbal Hasil

Jika berbicara mengenai imbal hasil antara investasi saham dan investasi reksadana saham tentunya sangat berbeda. Pada investasi saham, maka investor akan memperoleh imbal hasil yang lebih besar. Walaupun begitu, investor juga harus mempertimbangkan biaya online trading sekitar 0,1-0,3 persen.

Sementara pada reksadana saham, perusahan aset yang sudah mengaturnya. Dengan begitu, investor perlu membayarkan fee ketika menarik dana. Biaya yang dibayarkan sesuai dengan negosiasi masing-masing pihak. 

Itulah beberapa perbedaan saham dan reksadana saham yang perlu diketahui. Terlebih jika hendak memulai untuk investasi. Berkat kemajuan teknologi, kini untuk berinvestasi saham maupun reksadana saham bisa dilakukan secara online. Pastikan memilih aplikasi investasi yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.